Image: 

Imbauan untuk  bekerja dan belajar dari rumah dalam upaya mengerem laju wabah COVID-19 tak ayal membuat pemakaian layar, baik  komputer maupun gadget, juga televisi menunjukkan tren naik.

Nielsen Television Audience Measurement (TAM) yang dilakukan di 11 kota menemukan hal menarik: Jumlah orang yang menonton televisi bertambah hingga 1 juta pemirsa dari periode 11 hingga 18 Maret 2020. Fenomena ini juga berimplikasi pada melonjaknya durasi menonton televisi - lebih dari 40 menit - dari rata-rata 4 jam 48 menit menjadi 5 jam 29.

Ditengah pandemi Covid-19 saat ini serta mengikuti anjuran pemerintah untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah aja, membuat kebanyakan orang menghabiskan banyak waktu di depan layar yang menimbulkan risiko kesehatan yang kerap tak disadari, terutama terkait kesehatan mata, misalnya gangguan mata kering (dry eye syndrome), yang bisa dialami oleh siapa saja, dari orang dewasa hingga anak-anak.

Tahukah kamu, gangguan mata kering ditandai dengan sejumlah gejala antara lain mata terasa sepet, perih, sensasi terbakar, mata merah, mudah silau dan sensitif terhadap cahaya, seperti ada yang mengganjal, dan berair.

Sebuah studi menemukan pemakaian layar komputer mengurangi refleks berkedip menjadi hanya 5-6 kedipan per menit dibandingkan aktivias membaca.  Menatap layar dalam waktu lama, menonton TV atau bermain game membutuhkan fokus tinggi sehingga membuat proses berkedip spontan menjadi terganggu, bahkan menurun.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan supply air mata dan membuat permukaan mata menjadi kering. Padahal berkedip merupakan sebuah proses alami, yang memiliki fungsi mengembalikan dan menjaga kelembapan permukaan mata.

Penggunaan gadget dalam waktu lama juga mempengaruhi pola kedip. Penelitian menemukan bahwa pemakai komputer atau laptop memiliki frekuensi berkedip yang tidak lengkap lebih tinggi — yaitu, kelopak mata atas yang gagal menyentuh kelopak bawah. Nah, kedipan yang tidak lengkap ini membuat penyebaran air mata ke permukaan bola mata menjadi tidak merata. yang bisa memicu pembuluh-pembuluh darah di permukaan bola mata menjadi lebih sensitif sehingga mata tampak merah.

 

5 Tips Redakan Keluhan Mata Kering saat bekerja dari rumah

Bagaimana untuk meminimalkan keluhan mata kering akibat terlalu lama berada di depan layar? Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan Instobuddy:

1.Istirahatkan mata 

Jika melakukan tugas yang membutuhkan konsentrasi visual tinggi, istirahatkan mata secara berkala. Tutup mata selama beberapa menit atau berkedip berulang kali selama beberapa detik.

2. Senam mata

Berpalinglah dari layar komputer setidaknya setiap 20 menit selama 20 detik. Fokuslah pada benda yang berjarak sekitar 20 kaki dari posisi Anda dapat membantu mengurangi ketegangan dan kelelahan pada otot mata.

3. Sesuaikan pencahayaan

 Posisikan monitor komputer jauh dari jendela (tidak di depan jendela atau di belakang jendela). Strategi ini akan mengurangi silau dari sumber cahaya luar yang dapat membuat mata menjadi kering.2

4. Atur posisi layar

Perhatikan posisi layar komputer. Posisikan layar komputer di bawah ketinggian mata sehingga mata tidak perlu terbuka lebar - yang dapat membantu memperlambat penguapan air mata di antara kedipan

5. Gunakan tetes mata untuk mata kering

Jika ganguan mata kering terasa mengganggu, gunakan  tetes mata untuk mata kering yang bekerja dengan cara melumasi sekaligus menjaga kelembapan lapisan permukaan mata, misalnya Insto Dry Eyes. Cukup dua tetes pada setiap pemakaian untuk atasi gejala mata keringmu

 

Jika gangguan mata kering tetap berlanjut meski telah memakai  obat tetes mata buatan, segera kunjungi dokter mata untuk pemeriksaan mata yang komprehensif.

 

Referensi

https://www.nielsen.com/id/id/press-releases/2020/covid-19-dan-dampaknya-pada-tren-konsumsi-media/

https://www.health.harvard.edu/blog/the-fix-for-dry-eyes-2017021011090

https://www.aoa.org/news/clinical-eye-care/kids-prolonged-smartphone-use-could-trigger-dry-eye

https://www.healthline.com/health/shut-the-lid-on-chronic-dry-eye/computer-use

 

Related